Semalam Di Cianjur (Bagian 1)

AgungHs.com- Mungkin sebagian kita tau lagu “Semalam Dicianjur” yang di nyanyikan Alfian Harahap, mendenger namanya pasti bukan orang sunda. Setelah ditelisik almarhum Alfian terlahir di Binjai Sumatera Utara 27 April 1943. Mungkin sang legenda sudah jatuh cinta dengan mojang cianjur, meraba syair lagunya begitu menjiwai.

Kan kuingat di dalam hatiku
Betapa indah semalam di cianjur
Janji kasih yang t’lah kau ucapkan
Penuh kenangan yang tak kan terlupakan


Tapi, sayang, hanya semalam
Berat rasa perpisahan
Namun ku telah berjanji 
Di suatu waktu kita bertemu lagi

Sederhana, pendek, namun puitis, begitu enak didengar.

Sebenarnya aku tidak hendak menulis tentang lagu ini, aku bukan seorang yg mempunyai kecerdasan musical, sejak kecil sewaktu sekolah selalu melarikan diri kalau disuruh nyanyi maju kedepan. Hehehe…

Cianjur…! Aku tertarik ke kota ini kecil ini, meski wilayah kabupatennya Cianjur adalah kabupaten terluas di Jawa Barat. Setelah 8 tahun tinggal di Bandung sejak 3 tahun terakhir Tuhan mentakdirkan kami sekeluarga tinggal di Cianjur. Tidak terlalu jauh dari alun-alun kota, cukup berdekatan dengan kantor pos pusat, JNE dan perusahaan kurir lainnya sangat membantu buat kami yg separo penghasilannya dari bisnis online. Pun ke masjid Agung hanya cukup berjalan kaki kurang dari 3 menit. Meski cukup lama tinggal di kota ini aku tidak terlalu banyak tau seluk beluk kota. Kecuali setiap libur akhir pekan bersama keluarga jalan-jalan di taman sekitaran kota.

Secara historis, Cianjur memang bisa dimasukan sebagai sebuah kota tua. Namanya mulai tercatat, saat Sersan Scipio (pimpinan tim ekspedisi VOC untuk wilayah barat Jawa) menerima surat dari seseorang bernama Raja Gagang alias Arya Wiratanu I pada 14 Januari 1666. Scipio menyebut Aria Wira Tanu I sebagai Raja dari Pegunungan (connick in het gebergte).

โ€Ia menyebut dirinya adalah sebagai penguasa daerah yang tidak tunduk kepada Kerajaan Banten, Kerajaan Mataram, Kesultanan Cirebon maupun kekuasaan Kompeni (VOC), namun tunduk langsung kepada Allah SWT,โ€ ujar Scipio dalam De Priangan Jilid 2 karya Dr F de Haan.

Mewarisi jiwa yang agamis dari pendirinya Cianjur sampai sekarang layaknya menjadi sebuah pesantren raksasa, betapa tidak dipintu gerbang masuk Kabupaten Cianjur dari arah Bandung sudah disambut kufi raksasa Asmaul husna di kanan kiri jalan, masjid yang bersebaran tidak terhitung jumlahnya, lantunan ayat suci Alquran, sholawat dan puji bersahutan dari pengeras suara tempat ibadah setiap kali akan memasuki waktu sholat.

Meski sebenarnya masyarakat Cianjur plural, kami sangat nyaman dan aman, menikmati hari demi hari dikota ini, semua penduduk sadar akan pentingnya toleransi. Kelenteng dan gereja tidak begitu jauh jaraknya dari Masjid Agung, masjid yang sudah berusia ratusan tahun itu.

Hal yang paling mengasyikan disini adalah masih bisa nongkrong di warung kopi yang cukup mudah ditemui di sekitaran kota, bila beruntung kita bertemu orang tua yang mau berbagi cerita Cianjur tempo dulu. Menurut cerita tempat yang kami tinggali sekarang dulunya adalah rawa-rawa tempat badak berwarna putih bercengkerama, memang tidak jauh dari sini ada lapangan sepak bola yang bernama “Badak Putih” dan nama tersebut diambil karena dulunya tempat tinggal badak-badak itu. Ketika masih hutan mereka bebas berkeliaran, konon sumur kecil didepan pegadaian sekarang adalah tempat badak-badak itu mengambil minum.

Hewan liar itu sudah sangat langka didunia, dan di Indonesia sudah punah sama sekali, namun menurut orang tua disini setiap malam-malam tertentu masih sering muncul. Mistik juga ya hehehe…8x

Mendengar ceritanya bisa betah berlama-lama duduk sampai berjam-jam, lebih mengasyikan dibanding mendengarkan guru sejarah bercerita yang hanya berdasarkan teks book.

Selain soal sejarah yang menarik, Cianjur juga kaya akan wisata kuliner. Dikabupaten terluas se-Jawa Barat ini, teman teman bisa temui sate maranggi, oleh-oleh tauco yang pabriknya berdiri sejak tahun 1800an, roti Tan Keng Cu sejak 1926, manisan buah, dan masih banyak resto-resto tradisional dan semi modern lainnya. Tidak kalah juga yang membuat kami betah keramahan penduduknya dan cewek-cewek sunda yang sudah berbaur dengan darah oriental-nya yang manis-manis, tidak salah kalau Alfian Harahap sang vocalis jatuh cinta sama mojang Cianjur sebagaimana diriku. Hihihi… ๐Ÿ˜€

Siapa mau pindah kesini?…

*Kejar setoran, ditagih sama mentor, bersambung Cianjur 2 (entah kapan, tidak janji)

*Judul diatas meng-ghosob judul lagu yg dinyanyikan Alfian Harahap

 

 

Continue Reading

Hidup Adalah Pilihan

AgungHs.com – Membaca kisah pernikahan Selmadena Aquilla dan Haqy Rais, aku tersenyum sendiri dan agak merengut, aku fikir kisah perjalanan cinta mereka kok sama persis seperti kisah cinta kami, seperti “copy paste” kisah cintaku bersama mantan pacarku (baca; istri).
Kenapa aku berani “menuduh copy paste”? ya karena aku mengalaminya lebih dulu, 10 tahun lalu sedang mereka baru menikah 4 Maret kemarin, dan kemiripannya lebih dari 90%, hanya tempat dan kejadian yang berbeda. he…8x ๐Ÿ˜€

Tentunya ini bukan copy paste, Allah maha kreatif mendesain takdir seseorang, tidak ada hasil contek mencontek. Mungkin akunya aja yang ke-baper-an.

Hidup memang harus memilih, karena kita tidak bisa mengambil keduanya, tangkap salah satu atau terlepas keduanya. Selmadena Aquilla cewek Jogja harus memilih mempertahankan hubungan dengan pacarnya yang harus menyelesaikan pendidikannya di Malang, atau menerima lamaran Haqy Rais cowok yang baru dikenalnya, namun serius untuk menjalani hidup bersama. Yang pada ahirnya Selma memilih memutuskan pacarnya dan menerima lamaran Haqy Rais.

Kembali ke leptop, aku mengenal Chika tahun 2006 ketika itu dia baru semester 4 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Beberapa kali ketemu dan puluhan kali SMS (dulu kan gak ada WA ya… ๐Ÿ™‚ ) aku mengajaknya menjalin hubungan yang serius. Bukan aku tidak tau kalau dia sebenarnya sudah punya cowok dan LDR-an, tapi aku fikir apa gunanya bertemu, jalan, curhat masalah personal, sms, telepon kalau bukan untuk PDKT.

Laki-laki bebas memilih namun pada akhirnya perempuanlah yang memutuskan. Pilihan yang aku berikan sepertinya cukup kejam, tapi aku tidak mau terjebak pada angan-angan. Aku tidak ingin membuang waktuku berpacaran disaat usiaku memang sudah pantas untuk menikah, aku mengajaknya atau lebih tepat memaksanya memutuskan dengan logika tidak hanya berdasarkan perasaan. Bahkan aku tidak peduli tentang cinta karena bagiku cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, secantik dan seganteng siapapun, sepintar dan se-smart apapun, kalau tidak pernah berinteraksi tidak mungkin benih cinta akan tumbuh. Disini aku merasa terlalu stranger dan feodal.

Aku sudah memilihnya untuk menjadi jodohku bahkan terhadap Tuhanpun aku memaksa, dalam doaku bukan doa kepasrahan tapi doa permintaan (memaksa).

“Ya Allah apabila dia jodohku maka dekatkanlah dan persatukan kami, kalau dia bukan jodohku maka jodohkanlah, kalau kami tidak cocok maka serasikanlah apa susahnya bagi-Mu”.

Doa ini jangan ditiru ya… karena tidak ada riwayat yang mutawatir, kalau diteliti matan-nya dhoif, perawinya apalagi, karena ini bukan hadist. Hehehe…

Buat kaum jomblo jangan takut nembak cewek, tapi justru cewek yang seharusnya takut. kalau kamu sudah bilang “I love you” maka masalahmu selesai, bola panas ada ditangan si cewek dia yang harus memutuskan. Diterima syukur itu yang kita harapkan, kalau ditolak ya kita perjuangkan terus. kekeke…

Alhamdulillah Allah menciptakan takdir kami untuk menjalani hari demi hari bersama 1 Januari 2007 disaat Bandung macet diserbu “urbanisasi” penduduk jakarta yang mau liburan, tepat pukul 10 kami mengikrarkan akad. “Maukah kamu membimbing putri kami mengetuk pintu syurga bersama?” Itulah pertanyaan sekaligus estafet terberat yang harus aku jawab dan aku pikul. “Nikahilah ia bukan karena kecantikan dan keturunannya namun karena baik akhlak dan agamanya”.
Subhanallah…

Bukan emas permata, bukan harta benda yang mereka tuntut namun keselamatan putri dan keturunannya dari api neraka. tentu hanya doa orang tua yang terus kami harapkan untuk istiqomah.

Membaca kisah pernikahan Selma dan Haqy memanggil ingtanku seluruhnya. Namun tetap aku lebih kagum pada istriku. Kalau Selma menerima Haqy Rais pasti banyak bonusnya, Haqi Rais keluarga terpandang, putra Mantan ketua MPR dan pentolan Muhamadiayyah Prof. DR. KH. Amin Rais. dan Haqy Rais pun tidak salah pilih, Selmadena Aquilla adalah cucu K.H. Saiful Mujab mantan PWNU Yogyakarta dan juga mantan anggota MPR-RI. Catet itu semua bonus aku tidak mengatakan Selma menerima dan meninggalkan pacarnya karena yang melamar sibungsunya Amin Rais dan pasti mewarisi trah dan keningratannya, karena hati dan niat hanya Allah yang tau. Dan memang kelemahanku tidak mampu dan tidak bisa menilai orang lain.

Sementara istriku menerimaku apa adanya dibanding kelebihannya aku lebih banyak kekurangannya, turunan ningrat bukan, keluarga kaya dan terpandang juga bukan, bahkan kuliah dan kost dibandung lebih banyak kelaparannya daripada kenyangannya, tidak ada bonus dan embel-embel apapun. Soal kegantengan Insya Allah, laki-laki semakin tua semakin ganteng.:P

Semoga kamu menerimaku karena semata ridho Allah yang kamu harapkan.

Salam sayang suamimu, yang terus berusaha menjadi pribadi sholeh, mari kita mengetuk pintu syurga bersama diringi anak-anak kita.

Aamiin Allahuma Aamiin…

Happy Anniversary ke 10. Salam sayang Agung Suamimu ๐Ÿ™‚

Continue Reading

Jokowi dan Nabi Muhammad

“Sang pecinta akan dikumpulkan beserta orang yang dicintainya”

AgungHs.com – Ini bukan masalah politik, bukan, 100% bukan masalah politik. Pagi ini aku kirimkan doa dan hadiah fatihah khusus untuk Jokowi, ya khusus untuk Jokowi tentunya setelah mendoakan orang tua dan keluarga terlebuh dulu. Kenapa? Karena semalam aku mimpi minum teh bareng Mas Wi,  aku memanggilnya begitu, lihat betapa akrabnya aku dengan orang nomer satu di Indonesia ini. Kami minum teh sambil mengobrol ringan di beranda Istana Presiden Cipanas, entah kenapa diistana Presiden yang di Cipanas mungkin karena tempat tinggalku yang hanya berjarak hanya beberapa kilo dari Istana ini.

Ternyata aku betah berlama-lama mendengarkan ceritanya, cerita masa mudanya, cirita pas kuliah di UGM, waktu mas Wi pedekate ke mbak Iriana, awal mula membangun usaha kayu, sampai abang ijo-nya masuk dan menjadi tokoh sentral politik. Yang terakhir ini aku agak gelisah mendengarkannya, takut ditanya “Kamu coblos siapa pas pemilihan presiden kemarin?…” bisa mati aku…hahaha…

Selain senang namun juga sedih, kenapa hanya dengan mengucap kalimat “Kalau bisa jawab tuh ambil sepedanya” sebelum tidur langsung mimpi ketemu Jokowi. Sedangkan puluhan, ratusan, bahkan ribuan sholawat yang aku lantunkan kepada junjunganku tidak kunjung mengantarkan bertemu dengan kekasihku Muhammad meski hanya dalam mimpi.

Aku iri terhadap Abu Bakar yang setiap duduk dimajelis lututnya selalu menempel dilututmu, aku iri pada Umar, pada Usman, dan pada menantumu Ali, aku iri pada 10 sahabatmu yang dijanjikan surga yang setiap hari mendapatkan curahan ilmu darimu. padahal aku ingin mendengar langsung hadismu sambil minum bandrek atau bajigur karena aku ragu apakah engkau suka kopi atau tidak. Meski curahan ilmu itu aku resapi hanya dalam mimpi. Karena mimpi bertemumu pasti benar.

Aku merenungkannya sampai menitikan air mata, mungkin aku masih terlalu kotor, atau sholawatku hanya dibibir sebatas lipstik saja. Aku tidak meragukan besarnya cintamu kepada ummatmu, bahkan ketika menghadapi sakarotul maut yang sakitnya melebihi 300 kali tebasan pedang engkau masih menyebut ummatmu.
Aku mendengar dalam sebuah riwayat diceritakan detik-detik ajalmu, engkau merintih lirih, “Jibril betapa sakitnya sakarotul maut ini”. Di sebelahmu sudah ada Fatimah dan Ali yang tertunduk dalam kesedihan yang mendalam. Melihat Jibril yang juga berada di samping memalingkan wajahnya, Engkau bertanya, โ€œJijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu, Jibril?โ€

Jibril menjawab, โ€œSiapa yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajalnya?โ€

Setelahnya, engkau berucap, โ€œYa Allah, begitu dahsyatnya maut ini! Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku!โ€.

Ya Rasul engkau begitu mencintai ummatmu, namun aku yang mengaku ummatmu belum mampu membalas cintamu, aku lebih mencintai hal semu, yang bahkan tidak lebih bernilai dari sepasang sayap nyamuk.

Dalam Alquran dan haditsmu disebutkan betapa dunia ini semu, fana, dunia ini permainan dan hanya senda gurau belaka. Seandainya dunia ini lebih bernilai dan berharga dari sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum barang setegukpun kepada orang yang tidak mengimani Allah dan Rasul-Nya. Namun aku begitu mati-matian mengejarnya. Maafkan aku yang belum bisa mencontohmu.

Engkau bukan orang miskin, diusia 25 tahun engkau sudah bisnis ekspor impor bekerja sama dengan bunda Khadijah istri tercintamu, ibu kami. namun seluruh kekayaanmu kau habiskan untuk agama islam, bahkan engkau rela mengikatkan batu diperutmu agar bunyi lapar perutmu tidak terdengar dan membuat khawatir para sahabatmu. Padahal engkau adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin negara. Dan doamu tak berhijab, bila mau Jibril dengan izin Allah akan mengubah uhud menjadi gunung emas, Namun engkau sama sekali tidak tertarik. Sedangkan kami rela perang saudara demi memperebutkan gram demi gram emas dan perak.

Terlalu jauh jika aku dibandingkan dengan kemuliaanmu, bayna samai wa sumur begitu kata Gus Dur. Namun saksikanlah aku sangat mencintaimu meski dengan keterbatasan karena gelimang dosa-dosaku.

Sang pecinta akan dikumpulkan beserta yang dicintainya, dalam kematian kita akan menyebut yang kita cintai, pecinta wanita akan memanggil gadis yang dicintainya, pecinta dunia akan menyebut hartanya, penggila kekuasaan akan tetap pongah dalam kelemahannya,  pecinta Allah dan Rasulnya akan menyebut kalimat thoyyibah di akhir hayatnya.
Semoga kita semua dikaruniai khusnul khotimah. Aamiin

Bandung, 23 Februari 2017.

 

 

Continue Reading

Warung Kopi Purnama

AgungHs.com Pagi ini serasa berbeda, rasa malas sepertinya enggan beranjak, mungkin karena semalaman hujan terus mengguyur kota Bandung. Ah…aku pikir secangkir kopi cukuplah untuk mengenyahkan rasa malas ini. Mendadak ingat kopi Purnama, mungkin sudah sebulan lebih gak nongkrong ngopi-ngopi bareng temen-temen. Warung kopi yang tidak terlalu jauh dari toko Agung Hs yg dijalan ABC bandung cukup berjalan kaki kurang dari 2 menit. Terletak di jalan Alkatiri 22 Bandung.

Konon warung kopi ini berdiri sejak 1930 didirikan oleh JONG A TONG yang berasal dari medan merantau ke kota Bandung diawal abad 20. Awal berdiri warung kopi ini bernama “Chang Chong Se” (Selamat mencoba). Dan berubah nama menjadi Warung Kopi Purnama ditahun 1960an seiring kebijakan pemerintah yang mengharuskan memakai nama Indonesia.

Pagi ini suasana tidak begitu ramai sehingga bebas memilih tempat yang disuka. Biasa tempat favoritku di pojok belakang, meja dan kursi berkaki besi dengan permukaan yang dilapisi ubin tua/antik.

Daftar menu dengan harga yang masih bersahabat dengan kantong. Biasa menu favoritku kopi tubruk tanpa gula, namun buat yang biasa pakai gula disediakan gula aren dan gula putih sesuai selera.

Namun kali ini pingin mencoba kopi susu, karena kalau kopi hitam ditoko ada si cantik Philips coffee maker yang setia membuatkan secangkir kopi hitam. Kopi susunya berasa banget cream-nya, dengan hanya sedikit rasa manis.

Selain macam-macam minuman berbahan dasar kopi ada juga camilan dan makanan berat. Menu andalan yg masih dipertahankan sejak berdirinya warung kopi ini yaitu roti selai srikaya yang diolah home made. Cukuplah untuk mengganjal perut sampai waktunya makan siang.

Inilah foto generasi kedua dan ketiga yang terpampang didinding. Buat teman-teman yg kebetulan sedang berada dibandung tidak ada ruginya mampir kesini.

Ayo kebandung, hatur nuhun.

Continue Reading

Virus…???

AgungHs.com Akhirnya virus itu menular. Yaโ€ฆvirus blogging yg sudah menjangkiti istriku lebih dari 7 tahun terakhir. Selama itu dia menulis dan berbagi sedikit pengetahuan parenting di www.rumahnisrin.com blog itu sangat terasa manfaatnya khususnya bagi kami sekeluarga, ketika aku dengan terpaksa meninggalkan mereka keluar kota, membacanya akan timbul kerinduan. RumahNisrin.com ditulis apa adanya tanpa terpaku dengan kaidah jurnalistik yg banyak aturan, mengalir bak air jernih, bercerita tentang kegiatan sehari-hari, kegiatan sisulung sampai sibungsu didokumentasikan dengan penuh cinta.

Kembali ke virus itu, ya virus yg cukup menyenangkan , yang membuat duduk berlama-lama didepan leptop ataupun android jadi mengasyikkan. Aku perhatikan gejalanya semakin parah, selain mengidap virus itu dia juga dengan sengaja menjangkiti para blogger yg sudah hidup segan mati tak mau, yang blognya tinggal judulnya saja, dengan menjadi salah satu admin 1minggu1cerita.com

Aku sendiri sadar akan gejalanya ketika terlibat pemesanan domain dan hosting web tersebut. Tapi aku suka terinveksi virus ini dengan penuh kecintaan apa yg kamu cinta akupun suka. So sweetโ€ฆ

Oh yaโ€ฆ Domain dan hosting blog ini dibikin gratisan, karena masih pake sub domain wordpress.com. Teu ngamodal nya?  meski sudah puluhan blog dan toko online yg sudah aku bikinkan buat teman-temen dan client dan semua dengan domain dan hosting premium.

Ya tidak apalah, namanya juga blogger newbie yg penting terus semangat blogging, semangat berbagi kata yg baik.

Terakhir, semua iklan diblog ini kebijakan wordpress dan google, jadi kalau ada iklan yg kurang sedap di lihat bukan tanggung jawab yg punya blog.

Salam Sayang

Agung Hedianto Satria

Whatsapp: 0817212810

Continue Reading